Perempuan bebas memilih pasangan hidup
Pada masa ini, mungkin tidak banyak kita jumpai adanya perkawinan paksa oleh orang tua terhadap anak perempuannya tetapi ini masih terngiang dalam ketakutan beberapa perempuan . Tak jarang, praktek nikah paksa yang dilakukan oleh oknum orang tua justru berakhir dengan penyiksaan lahir maupun batin kepada anak perempuan.Menurut saya perempuan bebas memilih dan memilah pasangan hidup ataupun siapapun yang berada dalam lingkup kedekatannya.Orang tua atau lingkungan sering kali beranggapan bahwa yang terbaik adalah pilihan orang tua tanpa memikirkan bagaimana perasaan anak-anak yang menjalani itu.Saya berpikir bahwa perempuan bisa menolak itu dengan cara yang baik, mungkin bisa dengan menyakinkan orang tua agar memberi waktu mengenal pasangan terlebih dahulu, atau mungkin katakan pada pasangan bahwa lebih baik ketika kita menjalankan hubungan dengan orang yang benar benar kita cintai atau kita inginkan satu sama lain.
Komentar
Posting Komentar