Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Perempuan bebas memilih pasangan hidup

 Pada masa ini, mungkin tidak banyak kita jumpai adanya perkawinan paksa oleh orang tua terhadap anak perempuannya tetapi ini masih terngiang dalam ketakutan beberapa perempuan . Tak jarang, praktek nikah paksa yang dilakukan oleh oknum orang tua justru berakhir dengan penyiksaan lahir maupun batin kepada anak perempuan.Menurut saya perempuan bebas memilih dan memilah pasangan hidup ataupun siapapun yang berada dalam lingkup kedekatannya.Orang tua atau lingkungan sering kali beranggapan bahwa yang terbaik adalah pilihan orang tua tanpa memikirkan bagaimana perasaan anak-anak yang menjalani itu.Saya berpikir bahwa perempuan bisa menolak itu dengan cara yang baik, mungkin bisa dengan menyakinkan orang tua agar memberi waktu mengenal pasangan terlebih dahulu, atau mungkin katakan pada pasangan bahwa lebih baik ketika kita menjalankan hubungan dengan orang yang benar benar kita cintai atau kita inginkan satu sama lain.

Sesama perempuan bukan saingan

 Berbagai situasi yang membuat perempuan merasa dalam persaingan dalam sehari-harinya tidak lepas dari adanya pembatasan akses, diskriminasi, beban ganda, lingkungan yang membuat perempuan memberontak berusaha untuk keluar dari jeratan tersebuta.Hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang sering saya jumpai adalah banyak perempuan yang saling menyakiti. Tidak menghargai  sesama perempuan, padahalkan  baik ketika perempuan saling menghargai sesama perempuan  .Begitu banyak perempuan yang mengedepankan ego. Ekspresi tersebut ditunjukkan dengan beragam oleh perempuan. Hal ini tidak lepas dari lingkungan di mana perempuan tumbuh dan berkembang.Apabila lingkungannya penuh dengan kekerasan, maka ia cenderung menempuh cara-cara kekerasan untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk mencari jati diri. Padahal, perempuan hanya ingin menjadi diri sendiri dan mendapatkan akses untuk aktualisasi diri. Sayangnya, bagi perempuan yang sudah menyadari bahwa mereka punya privilege dan ke...

Cantik kata saya

Standar kecantikan yang sering kita jumpai selama ini adalah kulit putih, tubuh langsing, kulit glowing, dan rambut lurus. Padahal, tidaklah demikian. Kecantikan memiliki nilai yang sangat subjektif, tentu ini membuat pandangan orang tentang perempuan cantik bisa berbeda-beda.Cantik  itu relatif.Kecenderungan bagi wanita modern saat ini yakni munculnya bias bagi persepsi soal bagaimana arti dan makna kencantikan sesungguhnya. Ada yang percaya bahwa fisik menawan nan memesona harus dikejar dan diperjuangkan demi gambaran utuh kecantikan. Namun, ada juga yang percaya bahwa wajah cantik saja bukanlah apa apa jika tidak ditunjang dengan perilaku yang baik. Namun, jika kita mau jujur di dalam hati, kecantikan sebenarnya sangat relative dan abu-abu. Definisi dari sebagian orang akan berbeda atau justru berbanding terbalik dengan definsi orang lainnya.Daripada harus menuntut dan menyiksa diri dalam jeratan kapitalisme dan komodifikasi kecantikan, wanita masa kini tentu haruslah dibekali ...

Jambu Tua

  ( Seorang gadis sedang duduk di kursi tua sambil membaca sang usang,Pada laman berita sebuah koran lokal, terpampang gambar seorang laki-laki paruh baya yang mati gantung diri. Berdasarkan isi informasi tersebut, belum tertera motif dari tindakan bunuh diri tersebut)**  “Marten, tadi ibu telefon. Ia ingin bicara denganmu. Ia ingin agar belis segera diurus.” Kata Lena(ia  mendapatkan Marten suaminya baru saja pulang dari kebun) Malang benar nasib lelaki itu, belum juga ia duduk. Belum pula ditawarkan kopi. Tidak juga disapa selamat sore. Tiba-tiba sudah ditampar dengan kabar susah. Ia pun masuk dan mengambil tempat di dekat jendela. Di sana tempat kesukaannya. Di sana pula, ia merenungi nasibnya. Meratapinya dengan isak tangis yang tanpa bunyi. Ia harus akui, ia belum melunasi belis istrinya Lena. Dulu ia mengambil perempuan itu saat pesta nikah di kampung sebelah. Ia terpanah oleh senyuman Lena yang manis, lentik alis yang indah, dan kemudian ia bertekad untuk membawah...