Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

Can-tai-k

 CANT(A)IK Seorang perempuan duduk di sebuah kursi di tengah panggung. Di tangannya ada sebuah cermin. Ahhhh… (sambil menangis, duduk di tengah panggung,dia berteriak begitu hebat. Wajahnya diusap dengan keras oleh kedua tangannya. Sesekali dia melihat wajahnya di cermin dan setiap kali dia melakukan hal itu, tangisannya semakin keras. Dia tampak kecewa dengan Tuhan. Seakan-akan dia mau memenggal kepalanya) (Sambil melihat wajahnya di cermin) Wajah siapa ini? Hahaha… hancur sekali. Mama dan bapak parah, parah sekali. Masa buat anak saja tidak becus. Anak perempuan itu tidak hanya harus berambut panjang, tapi juga harus cantik. Lihat wajah saya, hancur sekali (kembali menangis). Perlahan-lahan tangisannya mulai berhenti. Dia coba melihat baik-baik wajahnya di cermin. Garis muka bengkok sana-sini, hidung pesek, jerawat berlimpah ruah, hitam, dahi lebar, hahaha… lengkaplah sudah penderitaan saya. Rambut juga kusut dan keriting, bergelombang macam ombak di samudra luas, samudra l...

Aku dan Senja yang bisu

 Aku Dan Senja yang Bisu. “Teruntukmu  sih Nana, dada bidang. Sebelum perjumpaan itu aku tak pernah membayangkan bagaimana rasanya rindu yang dikekang jarak. Sesaat ketika kita saling berjanji pun tak pernah aku bayangkan  bagaimana sakitnya janji di penghujung malam itu,ketika yang tersisa saat ini hannyalah ingatan   yang abadi dalam setiap hitungan waktu. Jikalau aku tahu bahwa cinta itu memiliki sebab, maka biarkan aku mencintaimu tanpa alasan biar akibatnya tidak sepahit ini. Kita adalah senyuman dalam luka. Kisah itu sesekali berseliweran walau riuh reda hidup kian membias namun tak kuasa membius   Ingatan menjadi tiada. Ah, paling tidak aku mulai mengerti bahwa kita adalah dua pasang bola mata   yang polos dan hati putih yang pernah bertemu namun tak pernah siap untuk berpisah. Biarkan   semuanya itu kita kekalkan dalam bait –bait doa kita yang membubung walau hidup selalu diwarnai senja.” ***** Liburan bulan Juni kala i...