Can-tai-k
CANT(A)IK Seorang perempuan duduk di sebuah kursi di tengah panggung. Di tangannya ada sebuah cermin. Ahhhh… (sambil menangis, duduk di tengah panggung,dia berteriak begitu hebat. Wajahnya diusap dengan keras oleh kedua tangannya. Sesekali dia melihat wajahnya di cermin dan setiap kali dia melakukan hal itu, tangisannya semakin keras. Dia tampak kecewa dengan Tuhan. Seakan-akan dia mau memenggal kepalanya) (Sambil melihat wajahnya di cermin) Wajah siapa ini? Hahaha… hancur sekali. Mama dan bapak parah, parah sekali. Masa buat anak saja tidak becus. Anak perempuan itu tidak hanya harus berambut panjang, tapi juga harus cantik. Lihat wajah saya, hancur sekali (kembali menangis). Perlahan-lahan tangisannya mulai berhenti. Dia coba melihat baik-baik wajahnya di cermin. Garis muka bengkok sana-sini, hidung pesek, jerawat berlimpah ruah, hitam, dahi lebar, hahaha… lengkaplah sudah penderitaan saya. Rambut juga kusut dan keriting, bergelombang macam ombak di samudra luas, samudra l...